Hujan ( basahilah hati ini )
Disini masih saja kemarau panjang
seperti keadaan hati ini sepanjang waktu
Bagaimana hujanmu disana?
Masih adakah bulir kenangan bersama derasnya?
Atau pilu yang hadir disela petir?
Atau pilu yang hadir disela petir?
Aku tengah mengaduk secangkir teh manis
Dikala ritik air itu datang dan jatuh
Dikala ritik air itu datang dan jatuh
Biar digelas inilah berbaur air,gula dan teh
Bagaikan berbaurnya rasa rindu dan luka ini.
Bagaikan berbaurnya rasa rindu dan luka ini.
karena sejatinya luka dan rindu kerap berdampingan kala musim kemarau.
Yahh
Memang kala musim hujan banyak yang berpelukan,
Tak jarang pula mengalir beribu ribu cacian bagaikan ribuan burir air yang jatuh kebumi.
Aku sendiri lebih menikmati hujan.
Tanpa harus menempatkan hatiku diantara luka dan rindu seperti musim kemarau panjang.
Tanpa mengingat kamu dan kita.
Memang kala musim hujan banyak yang berpelukan,
Tak jarang pula mengalir beribu ribu cacian bagaikan ribuan burir air yang jatuh kebumi.
Aku sendiri lebih menikmati hujan.
Tanpa harus menempatkan hatiku diantara luka dan rindu seperti musim kemarau panjang.
Tanpa mengingat kamu dan kita.
Untuk musim ini,
Dan musim hujan ini aku ingin derasnya datang kembali,
Setidaknya bisa mebasahi hati ini dan aku kan bisa melihat kenanganku tergenang setelah hujan berhenti.
Dan musim hujan ini aku ingin derasnya datang kembali,
Setidaknya bisa mebasahi hati ini dan aku kan bisa melihat kenanganku tergenang setelah hujan berhenti.




0 komentar:
Posting Komentar